Senin, 25 Februari 2013

selamat malam, ksatria

Aku bertanya tentang dongeng yang selalu aku baca setiap malam, pada suatu hari ada seoarang ksatria yang jatuh cinta pada sang putri, sang putri berada jauh hingga ksatria tak dapat menggapainya. Namun cinta ksatria tak pernah menyerah. Dia mencoba segala cara untuk pergi ke tempat putri berada. Suatu hari ada bintang jatuh yang menawarkan diri untuk membawa ksatria menuju putri. bintang jatuh berkata bahwa resiko tertinggi adalah ksatria dapat tidak selamat. Cinta ksatria terlalu besar, ksatria mengorbankan nyawanya hanya untuk memandang langit dari tempat putri berada. Ksatria setuju. Akhirnya ksatria dapat melihat sang putri, hingga akhirnya saat itu tiba. Ksatria terjatuh dan putri tidak dapat melakukan apapun. Di bawah, bintang jatuh menangkap ksatria secepat mungkin dan menolongnya. 

Selamat malam ksatriaku, apakah kamu masih memandang bintang yang sama denganku? Aku masih disini, memandangi bintang yang dulu selalu menjadi penyampai rinduku dalam lamunan. Belaian lembut angin malam masih menemani acaraku malam ini. Tak ada yang berbeda. Hanya saja, kini sosok yang selalu ku selipkan rindu, yang selalu hadir dalam ucapan doaku, yang selalu menjadi alasan dan jawaban dari semua tanda tanya, kini telah menghilang. Ksatria, apakah rindu yang kutitipkan sampai kepadamu? secercah hati yang kau sisakan kini telah menjadi biang yang membuatku semakin tak dapat melupakanmu.
Ksatria, semua lukisan tentangmu masih terlihat jelas olehku. adakah aku masih menjadi pengingat untukmu? semua kepingan piring hitam yang kucoba letakkan dalam kotak dan kututup rapat-rapat, pada kenyataanya tidak dapat benar benar menutup, masih ada celah yang membuatku ingin membukanya dan mengintipnya kembali. Aku yang dulu  menjadi sapaan dalam lamunan, kini harus puas menjadi pendengar kabar dari orang asing. Ksatria, aku merindukan alunan lagu yang selalu kau nyanyikan dalam kesunyian yang membuatku tertidur pulas hingga pagi menjelang. Aku merindukan ucapan yang selalu tak pernah lupa kau selipkan sebelum mataku terlelap. Aku selalu merindukanmu. Bayangmu selalu menemaniku disini. tenanglah, aku tak pernah berniat mengusik segala ketentramanmu kini. Aku mengenalmu terlalu dalam, terlalu jauh, terlalu dekat. hingga aku mengenal bagaimana harus berhenti dan berterus terang kepadamu. Ksatria, Aku mengantarmu dalam bahagiamu, menemani dalam tangismu, mendengarkan kisahmu, dan menikmati candamu. Ksatriaku, nama yang tak pernah lupa kuselipkan dalam doa, aku mengerti kebahagiaanmu, aku pun harus puas kininhanya menjadi penonton tawamu, ku titipkan asa yang dulu kuselipkan dalam jiwamu, yang membuatmu terjaga, yang membuatmu aman. Ksatria, mengapa bintang jatuh menjadi sangat menarik  bagimu? Bukankah harusnya, ksatria memilih bintang jatuh ketika putri mengabaikannya? namun sebenarnya putri tak pernah sekalipun mengabaikannya.