Ada hal dimana aku selalu mau melakukan hal ini berkali-kali. Mendaki gunung. Hal ini bukanlah hal yang dapat dikatakan mudah, tak hanya bermodalkan fisik yang kuat saja, mental juga sangat perlu dipersiapkan. Rangkaian persiapan memang harus diperhitungakn dengan sangat pas. Dimulai dengan bagaimana fisiknya, bagaimana barang yang akan dibawa, mempersiapkan alat alat penunjuk jalan, mengetahui medan dan yang paling penting, bagaimana kerja sama tim tersebut terbentuk.
Smalapala. Mengajarkanku, bahwa kita sebagai manusia hanya kecil dan Tuhan itu sangat besar. Kita tidak dapat mendahuluinya dengan berkata bahwa semua aman, namun yang kita lakukan adalah mempersiapkan bagaimana agar tidak terjadi hal buruk apapun. Mendaki gunung bukanlah ajang untuk memamerkan ketangguhan, karena kita hanyalah sebagian kecil dari alam yang sangat luas ini. Tak ada gunung yang dapat ditaklukan, yang harusnya ditaklukkan adalah dirimu sendiri. Bukan puncak menjadi tujuan, mendaki gunung memang membuatku belajar dengan apa yang disebut proses.
Persiapan ini telah kami mulai dengan sangat apik sejak satu bulan sebelum pendakian. Semua dipersiapkan dengan sangat matang. Dengan berbekal sedikit pengetahuanku tentang gunung yang akan kami daki ini, aku memulai dengan menambah pengetahuanku tentang itu. kami telah memutuskan kami akan mendaki dua puncak sekaligus, yaitu G. Arjuno dan G. Welirang. kedua gunung ini memang sering digunakan untuk mendaki sehingga jalan yang akan dilewati pun jelas. kami memilih untuk naik melalui jalur tretes dan turun melalui jalur lawang. aku pernah melewati jalur lawang saat tahun lalu, meskipun tidak sampai puncak, setidaknya aku masih ingat bagaimana tipe jalan tersebut. Semua hal telah dijadwalkan. latihan fisik dan beban telah diperhitungkan. Perizinian perlahan mulai diurus. Dan ada satu hal yang selalu membuatku semangat, senyum teman dan adikku yang tak pernah hilang.
Hari itu tiba, setelah pulang sekolah, kamipun bergegas untuk mempersiapkan semuanya dan mengingat kembali apa rasanya yang belum kami bawa. Setelah kami siap, barang barang dibawa ke angkutan umum dan kami pun akan menuju ke terminal bungurasih. Asal tahu saja, aku merasa tidak enak pada supir angkotnya, karena ternyat yang memenuhi angkotnya dengan sesak adalah tas carrier bersama 14 anak yang super duper berisik. maafkan kami paak :)
Setelah sampai diterminal kami menuju bis yang akan menuju ke malang. Bisnya sedang sepi tapi kaminya tak bisa sepi. Sepanjang perjalanan diisi dengan tertawa, sampai sampai ada yang menegur kami. alhasil, kami diam tak berkutik. Hahahah mungkin memang tawa kami mengacaukan tidur seluruh penumpang. sekitar jam lima sore kami sudah tiba di terminal pandaan dan melanjutkan perjalanan dengan bison. Perjalanan dari terminal pandaan menuju pos perizinan memakan waktu sekitar satu jam. setelah mengurus perizinan dan membeli makanan, kami memulai pemanasan untuk melanjutkan perjalanan. Kami memulai trekking pada hari itu untuk menuju podokan sekitar jam satu pagi keesokan harinya. Jalan yang kami tempuh adalah jalan berbatu, kami terus melanjutkan perjalanan. gelap dan dingin membuat semua muali lelah. Namun kami masih melanjutkan perjalanan sampai menuju kokopan terlebih dahulu. rencana awal kami, kami berjala 2-3 jam untuk menuju kokopan, namun ternyata sudah lebih dari itu. yang lainnya sudah mulai mengeluh dengan jalan berbatu ini dan masih selalu ada yang menyemangati. GPS melihatkan bahwa jalan tinggal sedikit lagi, kami semakin semangat namundingin semakin merasuki celah celah rusuk kami. sedikit lagi sudah kokopan. Aku mengerti. Aku pindah keurutan belakang dan mulai untuk menyemangati mereka yang mulai lelah. sampai pada ada adik yang mengeluh dia sesak. Aku memberinya oxycan dan menyuruh satu orang untuk mengajaknya bicara sambil berjalan, agar dia tetap sadar. 15 menit berjalan, bruk. adik itu pingsan. kami panik. aku panik. aku berusaha untuk tenang, dan semuanya mengusahakan untuk kondisi tetap tenang. aku lakukan semua pertolongan pertama yang aku tau, dan memutuskan utuk ada yang langsung menuju kokopan untuk meminta bantuan. Sedikit lama, kami sudah mencoba menyadarkannya. tapi alhasil dia tak sadar. Akhirnya kami memutuskan untuk menggendongnya sampai kokopan. kami masukkan dia kedalam dome. Kami selimuti dia dengan sleeping bag. yang penting dia hangat dulu. itu saja. akhirnya dia sadar, namun masih kedinginan. aku peluk dia dan terus berbicara padanya, menjaga kesadarannya. dan syukurlah, keadaannya baik baik saja. akhirnya, kami memutuskan untuk bermalam dikokopan terlebih dahulu. semua berisitirahat dan mempersiapkan fisik untuk hari esok.
Keesokan paginya, kami siap untuk melanjutkan perjalanan menuju pondokan. Kami tau, perjalanan ini tak jauh beda dari tadi malam. tapi masih dengan semangat yang sama, kami melanjutkan perjalanan. alhasil perjalanan ini memakan waktu selama empat jam. dan kami sudah sampai di pondokan. sempat terjadi perselisihan, bahwa bagaimana kami akan melanjutkan perjalanan. iya, kejadian semalam tidak adapat kami pungkiri bahwa memakan banyak waktu. Kami memutuskan untuk hanya menuju satu puncak. welirang atau arjuno. banyak pertimbangan yang kami lakukan. karena perjalanan ke Arjuno jauh lebih berat. Dengan pemilihan suara terbanyak, akhirnya kami memilih untuk welirang saja. hari itu kai habiskan dengan bersenda gurau di pondokan.
Keesokan harinya kami menuju puncak welirang, kami meninggalkan tenda kami di pondokan dan menuju puncak welirang. menempuh sekitar 2,5 jam untuk mencapi puncak welirang. Woooooo ini adalah puncak keduaku setelah penanggungan. aku hanya dapat berterimakasih kepada Tuhan.
Tak berlama lama dipuncak, kami turun kembali kepondokan dan menyiapkan barang untuk turun kembali ke pos perizinan. aku selalu benci saat turun, dan yang bisa dilihat hahaha aku turun paling belakang. kayaknya aku memang harus latihan untuk itu.
Perjlanan ini banyak memberikan aku pelajaran. Bahwa memang puncak bukanlah tujuannya. Dan apapun yang kami dapat dari perjalanan ini, sudah melewati dari puncak arjuno yang terlewatkan. Nanti, entah kapan, aku akan mencoba mendaki arjuno kembali. mungkin aku tak akan terlewatkan untuk ketiga kalinya :D
Ini yang selalu bikin semangat. bukan puncaknya, tapi rame-ramenyaaaa :)
