Rabu, 12 Juni 2013

Kembali tersenyum dengan secercah hati nurani

    Satu hal yang aku dapat lihat dari raut wajah kecil nan mungil seorang gadi kecil dengan bandana merah jambu menghiasi rambut indahnya. Dengan gaun yang begitu sederhana. Gadis kecil itu melenggok dan tertawa lepas bersama teman sebayanya. Gadis kecil itu mengingataknku tentang hampir 16 tahun lalu ketika aku pun masih menjadi seorang gadi kecil dengan bandana merah muda. Waktu berjalan begitu cepat, hingga aku tak sadar jika telah cukup lama dan menjadi sebesar ini terasa begitu cepat. Masih jalas terasa atmosfir yang sama aku rasakan ketika aku masih saja seumurnya. Hidup terasa lebih mudah dan mungkin yang akan menjadi masalah terbesar adalah ketika aku tidak dapat mendapatakan permen saat aku sangat menginginkannya.
     Kini aku terduduk di tribun, memandangi raut wajah dan mendengar tawa renyah dari insan mungil yang mungkin memiliki hal yang tak serupa denganku. Aku begitu menyukai anak kacil, bagaimana mereka dapat tertawa lepas setelah menangis meraung. Bagaimana mereka jujur dan sangat polos sampai kain putih belum ternodai dengan tinta hitam. Terdengar suara pembawa acara sedang memanggil penampilan selanjutnya dari anak-anak manis ini. ini adalah acara dimana setiap anak berhak berkreasi dan menampilkan bakatnya. Senyum yang tulus terlihat dari wajah mungil mereka. hidup terasa akan lebih mudah ketika kamu melihat orang lain tersenyum kepadamu kan?
      Ini bukan kali pertamanya aku mendatangi acara seperti ini, namun tetap saja aku merasa sangat bahagia melihat kejujuran dibola mata setiap anak ini. Ada kesenangan sendiri yang aku rasakan ketika berada dalam atmosfir tempat ini. Ada keceriaan tersendiri yang aku melihat mimpi-mimpi mereka yang tergantung. Begitu banyak hal yang membuatku begitu terenyuh ketika dihadapkan pada anak kecil seperti ini. Terima kasih telah mengisi hari minggu ini dengan senyum tanpa henti.
Terima kasih pasa SSCS yang telah mengadakan acara seperti ini.
Terima kasih adik adik yang membuat saya mengerti tentang bagaimana seseorang harus tetap tersenyum karena itu akan membuatnya lebih baik :)

Minggu, 09 Juni 2013

Tanya Tentang Gadis Kecil

          Bukankah rasanya seperti embun yang tenang kemudian terhanyut? Kembali pada kata yang dulu pernah ada namun tak sempat terucapkan. Adakah malaikat kecil yang bergeming membisikkan cerita tentang gadis kecil yang menanti sebuah kereta kencana? Lalu kemudian adakala  sesuatu hanya akan menjadi sesuatu. Rasa yang begitu ada dan sangat menyesakkan. Seperti kehabisan udara. Ada sesuatu yang tertahan dan terpaksa untuk terhapus. Terpendam dalam kotak mainan yang dipendam dengan hati yang berat. Dan kemudian terhuyung oleh hembusan angin yang melekukkan pada sang dewa. Dewa berbisik pada purnama. “ Adakah seseorang yang selalu menunggu di persimpangan kota yang gelap tanpa kata?” “ada,”  raut wajah purnama kini tak dapat berbohong atas kata tak pernah rampung dalam barisan kalimat. Dalam sonata yang tak pernah hilang. “ Adakah dia seorang gadis? Berhati emas dan berwajah rembulan? ,” kini tetes embun kembali menguak sebuah cerita. Tentang bagaimana rasa yang tersapu dengan waktu serta bagaimana cerita dibalik sebuah pengorbanan dan penantian panjang tanpa perhatian. Laba-laba kecil yang menari diatas rumahnya tiba tiba berhenti pada tetes embun yang kesekian yang dia temui. Dan kembali berjalan ketika menyadari sesuatu. Adakah seseorang ingin semuanya terkesan terlambat? Adakah semua harus memperlihatkan kartunya sebelum semuanya rampung dalam penerjemahan? Adakah rasa yang terburu-buru kemudian berhenti pada satu sudut berselimut sepi dalam sisi ruang kehampaan? Adakah semua pertanyaan itu ada jawabnya?