Satu hal yang aku dapat lihat dari raut wajah kecil nan mungil seorang gadi kecil dengan bandana merah jambu menghiasi rambut indahnya. Dengan gaun yang begitu sederhana. Gadis kecil itu melenggok dan tertawa lepas bersama teman sebayanya. Gadis kecil itu mengingataknku tentang hampir 16 tahun lalu ketika aku pun masih menjadi seorang gadi kecil dengan bandana merah muda. Waktu berjalan begitu cepat, hingga aku tak sadar jika telah cukup lama dan menjadi sebesar ini terasa begitu cepat. Masih jalas terasa atmosfir yang sama aku rasakan ketika aku masih saja seumurnya. Hidup terasa lebih mudah dan mungkin yang akan menjadi masalah terbesar adalah ketika aku tidak dapat mendapatakan permen saat aku sangat menginginkannya.
Kini aku terduduk di tribun, memandangi raut wajah dan mendengar tawa renyah dari insan mungil yang mungkin memiliki hal yang tak serupa denganku. Aku begitu menyukai anak kacil, bagaimana mereka dapat tertawa lepas setelah menangis meraung. Bagaimana mereka jujur dan sangat polos sampai kain putih belum ternodai dengan tinta hitam. Terdengar suara pembawa acara sedang memanggil penampilan selanjutnya dari anak-anak manis ini. ini adalah acara dimana setiap anak berhak berkreasi dan menampilkan bakatnya. Senyum yang tulus terlihat dari wajah mungil mereka. hidup terasa akan lebih mudah ketika kamu melihat orang lain tersenyum kepadamu kan?
Ini bukan kali pertamanya aku mendatangi acara seperti ini, namun tetap saja aku merasa sangat bahagia melihat kejujuran dibola mata setiap anak ini. Ada kesenangan sendiri yang aku rasakan ketika berada dalam atmosfir tempat ini. Ada keceriaan tersendiri yang aku melihat mimpi-mimpi mereka yang tergantung. Begitu banyak hal yang membuatku begitu terenyuh ketika dihadapkan pada anak kecil seperti ini. Terima kasih telah mengisi hari minggu ini dengan senyum tanpa henti.
Terima kasih pasa SSCS yang telah mengadakan acara seperti ini.
Terima kasih adik adik yang membuat saya mengerti tentang bagaimana seseorang harus tetap tersenyum karena itu akan membuatnya lebih baik :)
Rabu, 12 Juni 2013
Minggu, 09 Juni 2013
Tanya Tentang Gadis Kecil
Bukankah
rasanya seperti embun yang tenang kemudian terhanyut? Kembali pada kata yang
dulu pernah ada namun tak sempat terucapkan. Adakah malaikat kecil yang
bergeming membisikkan cerita tentang gadis kecil yang menanti sebuah kereta
kencana? Lalu kemudian adakala sesuatu
hanya akan menjadi sesuatu. Rasa yang begitu ada dan sangat menyesakkan.
Seperti kehabisan udara. Ada sesuatu yang tertahan dan terpaksa untuk terhapus.
Terpendam dalam kotak mainan yang dipendam dengan hati yang berat. Dan kemudian
terhuyung oleh hembusan angin yang melekukkan pada sang dewa. Dewa berbisik
pada purnama. “ Adakah seseorang yang selalu menunggu di persimpangan kota yang
gelap tanpa kata?” “ada,” raut wajah
purnama kini tak dapat berbohong atas kata tak pernah rampung dalam barisan
kalimat. Dalam sonata yang tak pernah hilang. “ Adakah dia seorang gadis?
Berhati emas dan berwajah rembulan? ,” kini tetes embun kembali menguak sebuah
cerita. Tentang bagaimana rasa yang tersapu dengan waktu serta bagaimana cerita
dibalik sebuah pengorbanan dan penantian panjang tanpa perhatian. Laba-laba
kecil yang menari diatas rumahnya tiba tiba berhenti pada tetes embun yang
kesekian yang dia temui. Dan kembali berjalan ketika menyadari sesuatu. Adakah
seseorang ingin semuanya terkesan terlambat? Adakah semua harus memperlihatkan
kartunya sebelum semuanya rampung dalam penerjemahan? Adakah rasa yang
terburu-buru kemudian berhenti pada satu sudut berselimut sepi dalam sisi ruang
kehampaan? Adakah semua pertanyaan itu ada jawabnya?
Langganan:
Komentar (Atom)