Minggu, 09 Juni 2013
Tanya Tentang Gadis Kecil
Bukankah
rasanya seperti embun yang tenang kemudian terhanyut? Kembali pada kata yang
dulu pernah ada namun tak sempat terucapkan. Adakah malaikat kecil yang
bergeming membisikkan cerita tentang gadis kecil yang menanti sebuah kereta
kencana? Lalu kemudian adakala sesuatu
hanya akan menjadi sesuatu. Rasa yang begitu ada dan sangat menyesakkan.
Seperti kehabisan udara. Ada sesuatu yang tertahan dan terpaksa untuk terhapus.
Terpendam dalam kotak mainan yang dipendam dengan hati yang berat. Dan kemudian
terhuyung oleh hembusan angin yang melekukkan pada sang dewa. Dewa berbisik
pada purnama. “ Adakah seseorang yang selalu menunggu di persimpangan kota yang
gelap tanpa kata?” “ada,” raut wajah
purnama kini tak dapat berbohong atas kata tak pernah rampung dalam barisan
kalimat. Dalam sonata yang tak pernah hilang. “ Adakah dia seorang gadis?
Berhati emas dan berwajah rembulan? ,” kini tetes embun kembali menguak sebuah
cerita. Tentang bagaimana rasa yang tersapu dengan waktu serta bagaimana cerita
dibalik sebuah pengorbanan dan penantian panjang tanpa perhatian. Laba-laba
kecil yang menari diatas rumahnya tiba tiba berhenti pada tetes embun yang
kesekian yang dia temui. Dan kembali berjalan ketika menyadari sesuatu. Adakah
seseorang ingin semuanya terkesan terlambat? Adakah semua harus memperlihatkan
kartunya sebelum semuanya rampung dalam penerjemahan? Adakah rasa yang
terburu-buru kemudian berhenti pada satu sudut berselimut sepi dalam sisi ruang
kehampaan? Adakah semua pertanyaan itu ada jawabnya?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar